Socialize

FacebookTwitterRSS

Berlangganan via Email

Irwan Hidayat Berkisah tentang Proses Sukses SidoMuncul

Jumat, 18 Mei 2012 08:20 WIB.

KENYANG PENGALAMAN: Irwan Hidayat bersama Shinta Ekoputri, isteri tercinta

DIREKTUR Utama PT SidoMuncul Irwan Hidayat berbagi sukses dengan sivitas akademika Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta. Irwan selama satu setengah jam bercerita tentang perjalanan hidup dan jatuh-bangun menjalankan bisnis perusahaan jamu tradisional di bawah bendera SidoMuncul.

Irwan memulai kisahnya dengan menceritakan sejarah berdirinya SidoMuncul. Lahirnya SidoMuncul bermula dari kampung Ketandan di Yogyakarta. Irwan menyebut nenek dan ayahnya sebagai inspirator kebesaran nama SidoMuncul.  SidoMuncul bermula dari industri rumah tangga  tahun 1940 yang dikelola Nyonya Rahkmat Sulistio, nenek Irwan, di Yogyakarta, dibantu  tiga  karyawan.

Banyaknya permintaan terhadap kemasan jamu yang lebih praktis, mendorong  memproduksi jamu dalam bentuk yang praktis (serbuk). Lalu, usaha ini pindah ke Semarang, Jawa Tengah. Pada tahun 1951 didirikan perusahan sederhana dengan nama SidoMuncul yang berarti “Impian yang Terwujud”.

Lokasinya di Jalan Mlaten Trenggulun. Produk pertama adalah Jamu Tolak Angin.  Dalam perkembangannya, pabrik tidak mampu lagi memenuhi kapasitas produksi yang besar akibat permintaan pasar yang terus meningkat.

Namun, mengelola usaha ternyata tak gampang. Irwan mengaku mengalami kegagalan. Jatuh, bangun, dan jatuhu lagi. “Duapuluh tahun pertama sejak SidoMuncul didirikan, yakni tahun 1970-1988, adalah masa yang melelahkan,” tutur Irwan.

Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan obsesi Irwan membesarkan SidoMuncul. Pada tahun 1989, Irwan semakin bersemangat. Berbagai strategi dan terobosan bisnis terus dilakukan. Ia bersama karyawan semakin bekerja keras dan membangun kepercayaan dengan konsumen.

Kerja keras itu tak sia-sia. Pada tahun 1984, pabrik dipindahkan ke Lingkungan Industri Kecil di Jl. Kaligawe, Semarang. Selanjutnya, tahun 1997 dilakukan peletakan batu pertama pembangunan pabrik baru di Klepu, Ungaran oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X. Disaksikan Direktur Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan saat itu, Drs Wisnu Kaltim.

Irwan kembali membangun pabrik baru di Klepu, Kec. Bergas, Ungaran. Luasnya 29 hektar area. Diresmikan  Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Republik Indonesia, dr. Achmad Sujudi tanggal 11 November 2000, hingga sekarang menjadi perusahaan jamu tradisional ternama di Indonesia.

“Sukses itu harus menumbuhkan kerukunan,” katanya.

Kata Irwan, sukses bukan dating tiba-tiba. Sukses harus dibentuk. Setidaknya, harus memiliki komitmen, tekun, inovatif, bergerak cepat, menjaga keseimbangan dan menciptakan hal-hal baru yang positif. (adh)

 

 

Ditulis oleh on 18 Mei 2012. Dalam kategori Profil. Anda dapat mengikuti respon/komentar melalui RSS 2.0. Anda dapat memberikan respon/komentar untuk berita/artikel ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

*


8 − = 3

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Dunia Jogja - Portal Berita Lokal Nomor 1  Dunia Jogja - Portal Berita Lokal Nomor 1