Socialize

FacebookTwitterRSS

Berlangganan via Email

Maiyahan bersama Cak Nun dan Kiai Kanjeng

Kamis, 26 Januari 2012 22:34 WIB.

PERJALANAN Cak Nun dan Kiai Kanjeng menemani masyarakat untuk
mencintai Allah dan Rasulullah Muhammad SAW dari waktu ke waktu, di
tempat yang satu berpindah ke tempat lain, banyak menemui pengalaman
dan hikmah yang tak ternilai harganya bagi proses pematangan hidup.

DIJUBELI PENONTON: Pentas Cak Nun di arena PMPS

Tak terkecuali pada hari Kamis (26/1) malam di halaman Masjid Gedhe
Kauman Yogyakarta. Di hadapan lebih dari 5 ribu jamaah, Cak Nun dan
Kiai Kanjeng Sepuh tampil memukau dengan format maiyahan.
Kebanyakan jamaah masih canggung dan ragu dalam mengikuti maiyah,
tetapi Cak Nun rupanya cukup punya antisipasi. Di awal acara, malam
itu ia banyak menjelaskan seputar maiyah sambil sesekali diselingi
musik dan shalawatan khas Kanjengan. Dan jamaah pun akhirnya bisa
masuk dalam suasana maiyah.
Menurut Cak Nun, kearifan dan keindahan yang dianugerahkan Allah
melalui suka-duka menjadi manusia biasa di dalam hiruk-pikuk kehidupan
menumbuhkan rasa syukur kepada Tuhan. Lantunan shalawat sebagai
ekspresi kecintaan terhadap kekasih Allah, Nabi Muhammad SAW,
menemukan momentumnya dalam bingkai “cinta segitiga” antara Allah,
Rasulullah dan diri manusia itu sendiri.
“Maiyah itu bukan ibadah mahdoh, ia hanya kegiatan budaya yang
menggali inspirasi dari agama. Dan tidak merelakan dirinya kalau hanya
diperuntukkan buat yang yang bukan Allah, karena sabbaha lillahi mafis
samawati wama filaardli, seluruh makhluk yang di langit dan di bumi
ini bertasbih kepada Allah, dan yang bertasbih bukan hanya jin dan
manusia tapi juga benda-benda, saron, biola, seruling, terbang, bahkan
batu dan daun-daunan,” tandas Cak Nun.

affan safani adham – duniajogja
Ditulis oleh on 26 Januari 2012. Dalam kategori Titik Nol. Anda dapat mengikuti respon/komentar melalui RSS 2.0. Anda dapat memberikan respon/komentar untuk berita/artikel ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

*


8 − = 2

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Dunia Jogja - Portal Berita Lokal Nomor 1  Dunia Jogja - Portal Berita Lokal Nomor 1